Penamaan Darul Arqam

Muktamar Muhammadiyah ke-37 tahun 1968 di Yogyakarta memutuskan bahwa Darul Arqam adalah nama untuk kaderisasi formal Muhammadiyah. Berdasarkan keputusan tersebut, maka pondok pesantren ini juga bernama Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Daerah Garut (pada pembahasan selanjutnya di buku ini ditulis Ma‘had Darul Arqam atau Ma‘had saja).

Nama Darul Arqam diambil dari salah satu nama sahabat Rasulullah SAW yang bernama Arqam bin Abil Arqam. Pada masa awal dakwah Islam, rumah Arqam inilah yang dipergunakan oleh Rasulullah SAW sebagai pusat kegiatan pendidikan para sahabat di bidang tauhid dan keagamaan lainnya.

Lambang

Filosofi Lambang :

1. Bentu bunga yang sedang mekar; melambangkan bahwa Ma’had Darul Arqam senantiasa memberikan keharuman terhadap lingkungnnya di manapun berada

2. Lima sudut pada kelopak bunga; melambangkan rukun Islam

3. Garis segi lima yang bersambung; melambangkan bahwa seluruh santri, Pembina dan keluarga besar yang berada dalam lingkungan Ma’had tidak boleh bercerai berai (merupakan satu kesatuan yang utuh)

4. Buku dan Pena ; melambangkan bahwa santri selalu menuntut ilmu

5. Enam garis yang berada dalam buku; melambangkan  bahwa santri harus menjalankan rukun iman yang sungguh-sungguh

6. Dua bintang berwarna putih; melambangkan santri harus bertekad meraih prestasi yang gemilang

7. Logo Muhammadiyah ; melambangkan bahwa ma’had berada di bawah naungan Organisasi Muhammadiyah

Filosofi Warna :

1. Kuning; melambangkan kemuliaan

2. Hijau; melambangkan kesumburan/ keikhlasan

3. biru; melambangkan keagungan

4. hitam melambangkan keabadian

5. Putih; melambangkan kesucian

6. Merah; melambangkan keberanian